beritasemuaUncategorized

Ciptakan Desain Batik Tulis Khusus Sampang, Galery Srykrisnha Desa Jelgung Kenalkan Batik Tulis “Segoro”

SAMPANG – DISKOMINFO

Sri Krisna 42 warga Desa Jelgung Kecamatan Robatal Sampang Madura Jawa Timur merupakan sosok yang visioner, kreatif dan mempunyai jiwa seni serta Entrepreunership yang mumpuni. Walau hidup di Desa dengan karakteristik masyarakat yang cenderung keras dan banyak keterbatasan, namun kendala itu justru menjadi pemicu baginya untuk berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat setempat.

Dengan bakat, kemampuan serta pengalaman yang di miliki, Ia membuka Galery Srykrisna yang lokasinya berdempetan dengan rumah yang di tempatinya selama ini. Salah satu karya yang menjadi kebanggaannya bahkan berpotensi menjadi salah satu ikon batik tulis di Kabupaten Sampang yakni Batik tulis “Segoro”.

Menurut Bunda dari Joan Admagunawan, Wiwin Sugianti dan Aya selasa 12/2, Batik tulis “Segoro” menceritakan kisah Raden Segoro yang sampai saat ini menjadi legenda bahkan menjadi salah satu sebutan Pantai di Desa Nepa Kecamatan Banyuates. Kebetulan leluhur Sri Krisna berada di Desa Nepa selain yang ada di Desa Jelgung Kecamatan Robatal.

Diceritakan keunikan Batik tulis “Segoro” selain menceritakan sejarah dari situs yang ada, corak dan warna merah menjadi ciri khas masyarakat Madura khususnya Kabupaten Sampang, “Motif yang paling menonjol menggambarkan hutan Nepa tempat Raden Segoro bersama Ibunya, yang di perkuat dengan Tombak Raden Segoro serta serpihan daun Nepa yang di jadikan atap rumah saat itu,”tuturnya di Galery Srykrisnha selasa siang 12/2.

Diungkapkan, Ia terinspirasi membuat desaign khusus karena selain ingin mengangkat nama masyarakat Madura khususnya Kabupaten Sampang di bidang seni dan Batik tulis, juga memperkaya khasanah Batik tulis khas di Madura. Ia mengaku untuk sementara belum melaunching dan memasarkan produk Batik tulis “Segoro” sebelum pengurusan HAKI (Hak cipta) pungkas.

Pasalnya Ia khawatir hasil karya tersebut di jiplak dan di manfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab seperti yang banyak terjadi selama ini. Ditambahkan dalam proses produksi sepenuhnya di kerjakan sendiri dengan di bantu para siswa maupun warga sekitar yang setiap hari belajar di Galery Srykrisna. Ia merasa kaget sekaligus ada rasa kekaguman karena masyarakat di Kecamatan Robatal yang selama ini terkenal mempunyai karakteristik yang keras dan penuh keterbatasan, namun banyak mutiara yang terpendam di dalamnya.

Sebelum mengakhiri wawancara, Ia mengingatkan bahwa Warisan leluhur patut di jaga serta di lestarikan supaya kelak generasi berikutnya terus mengetahui apa yang sudah kita perbuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *